Menu Tutup

Permasalahan Tenaga Kerja di Indonesia dan Cara Mengatasinya

Berbagai Permasalahan Tenaga Kerja di Indonesia

Menurut Hanif Dhakiri permasalahan tenaga kerja di Indonesia ada tiga sebab. Pertama yaitu kelompok kerja yang kemampuan dan pendidikannya tidak sesuai dengan kualifikasi industri. Kedua yaitu kelompok kerja yang memiliki kemampuan di bawah standar. Ketiga yaitu, kelompok pekerja miskin yang berjumlah 60 % dari angkatan kerja di Indonesia dan tidak memiliki karier (01 Mei 2018, Portal Warta Kota).

Namun berbeda menurut Sekretaris Eksekutif Labor Institute Indonesia yaitu Andy William Sinaga. Belia menyatakan bahwa ada lima permasalahan tenaga kerja di Indonesia. Kelima permasalahan tersebut yaitu pemutusan hubungan kerja (PHK), informalisasi tenaga kerja, jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan, tingginya masalah kecelakaan dan keselamatan kerja serta serta masalah outsourching (01 Januari 2019, Portal Serikat Pekerja Indonesia). Itu tadi beberapa berita masalah ketenagakerjaan di Indonesia menurut beberapa sumber. Berikut akan dijelaskan beberapa permasalahan tenaga kerja dan solusinya.

Permasalahan Tenaga Kerja di Indonesia

Pemutusan Hubungan Kerja

Salah satu masalah ketenagakerjaan yang menimpa tenaga kerja di Indonesia yaitu pemutusan hubungan kerja (PHK). PHK ini menyebabkan terjadinya pengangguran. Kondisi perekonomian perusahaan yang tidak stabil, perusahaan yang akan bangkrut terpaksa memutuskan hubungan kerja. Sebenarnya PHK adalah sesuatu yang biasa di dunia kerja. Namun ketika tidak terjadi keseimbangan antara posisi tawar menawar dengan pekerjaan yang merupakan satu-satunya sumber pendapatan maka ini menjadi bencana besar bagi para buruh.

Tunjangan Sosial dan Kesehatan

Di Indonesia sendiri tunjangan sosial dan kesehatan bagi para pekerja masih minim. Hanya perusahaan menengah ke atas dan perusahaan besar yang sudah memberikan tunjangan sosial dan kesehatan bagi para pekerjanya. Sehingga sebagian pekerja hanya memperoleh penghasilan tanpa mendapatkan tunjangan sosial dan kesehatan.

Kualitas Sumber Daya Manusia yang Masih Rendah

Salah satu permasalahan tenaga kerja di Indonesia yaitu kemampuan atau keterampilan sumber daya manusia yang masih kurang atau di bawah standar yang diharapkan perusahaan. Hal ini karena beberapa sebab yaitu banyak masyarakat Indonesia yang hanya lulusan sd, smp atau sma. Sehingga pengetahuannya masih kurang. Selain itu kurang beberapa masyarakat juga tidak mengikuti keterampilan. Padahal keterampilan sangat penting bagi masyarakat. Dengan keterampilan mereka akan bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah.

Lapangan Kerja yang Langka

Permasalahan tenaga kerja di Indonesia yaitu lapangan kerja yang masih langka. Sedangkan jumlah masyarakatnya banyak. Sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pencari kerja dengan lapangan kerja. Karena pencari kerja yang jumlahnya banyak dan tidak semuanya terserap ke lapangan kerja, menimbulkan banyaknya pengangguran.

Mengatasi Permasalahan Tenaga Kerja Indonesia

 

Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukan beberapa cara. Berikut cara-cara mengatasi masalah ketenagakerjaan di Indonesia.

Mendorong Investasi

Pemerintah Indonesia bisa mendorong investasi asing untuk mau berinvestasi di Indonesia. Beberapa sektor di bidang perikanan, pertanian, perkebunan mempunyai aspek yang bagus jika dikembangkan. Jika beberapa bidang ini dikembangkan maka akan bisa membuka lapangan pekerjaan.  Namun untuk mengembangkan bidang tersebut perlu adanya investasi.

Pengadaan Pelatihan Berbasis Keterampilan

Untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia, perlu dilakukan pelatihan keterampilan. Jadi tidak hanya pengetahuan saja yang didapat tetapi juga keterampilan. Inilah yang akan menjadi pembeda setiap orang. Sehingga setiap orang bisa bekerja sesuai dengan keterampilannya. Contohnya, si A pandai membuat roti sehingga dia bisa bekerja di perusahaan pembuat roti. Atau si B pandai membuat design baju, dia bisa bekerja sebagai designer.

Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan

Dengan semakin banyak usaha yang muncul maka akan semakin banyak pula lapangan kerja yang tercipta. Namun untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya kesadaran masyarakat pentingnya berwirausaha. Karena masyarakat masih menganggap bahwa bekerja di perusahaan lebih baik. Padahal jika mau berwirausaha akan banyak manfaat yang kita peroleh. Pertama kita bisa membuka lapangan kerja baru sehingga mampu mengurangi pengangguran. Kedua jika usaha kita berjalan lancar bisa mendapatkan pendapatan yang besar bahkan berkali-kali lipat dibanding bekerja di perusahaan. Namun untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan sikap yang mau berjuang dari nol, tidak takut rugi.

Salah satu upaya yang disampaikan di atas yaitu dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia di dunia pendidikan yaitu dengan rajin belajar. Dengan rajin belajar tentu manusia akan mempunyai banyak pengetahuan. Pengetahuan ini bisa didapat dari sekolah maupun lembaga non formal seperti bimbingan belajar di Seventh Education. Dengan pengetahuan yang luas maka kita akan mudah dalam mencari pekerjaan.

Penulis : Shinta Febriyana Widyaswari Saputri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Instagram
WhatsApp WhatsApp us