Menu Tutup

Pengertian Pranata Sosial, dan Masyarakat yang Terbentuk Karenanya

Pranata Sosial dan Masyarakat, Ada Hubungan Apa?

Pengertian pranata sosial tidak luput dari pembelajaran peserta didik jenjang menengah atas. Pranata sosial masuk dalam mata pelajaran sosiologi, yang membahas seluk-beluk tentang masyarakat dan norma-norma yang berlaku. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak luput dari interaksi antarsesama. Dalam hal interaksi ini, ada norma-norma yang berlaku. Norma yang berlaku di masyarakat bertujuan untuk memanusiakan manusia. Pranata sosial tidak lepas dari norma-norma, sehingga pranata sosial bertujuan untuk membentuk manusia yang sewajarnya manusia. Bagaimana maksudnya?

Dalam ilmu sosiologi, para ahli juga mengungkapkan pendapatnya mengenai pranata sosial. Robert Melver dan C.H. Page (Soekanto, 1984:49) mengatakan pranata sosial adalah lembaga sosial sebagai prosedur atau tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia yang tergabung dalam suatu kelompok masyarakat. Di sisi lain, Leopold Von Wiese dan Becker mengungkapkan pengertian pranata sosial adalah sebuah lembaga atau jaringan proses hubungan antarmanusia dan antarkelompok yang berfungsi memelihara hubungan itu serta pola-polanya sesuai dengan minat dan kepentingan individu dan kelompoknya. Pengertian pranata sosial juga diungkapkan oleh tokoh nusantara, Soerjono Soekanto. Pranata sosial merupakan himpunan norma dari segala tindakan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat. Setelah kita membaca pengertian pranata sosial menurut para ahli, kita dapat menyimpulkan bahwa pranata sosial merupakan norma-norma yang berlaku untuk membentuk hubungan baik antarmanusia secara individu dan atau kelompok.

Pranata Sosial Juga Punya Ciri-Ciri, ‘Lho.

Pranata sosial bertujuan untuk membentuk sebuah keharmonisan dalam bermasyarakat. Tanpa pranata sosial manusia tidak dapat melakukan aktivitas dalam hidupnya. Mereka akan cenderung liar, tidak beraturan, sehingga akan menimbulkan banyak tindak kriminal di kehidupan masyarakat. Tujuan pranata sosial yakni menciptakan ketertiban dan keteraturan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan adanya pranata sosial, masyarakat akan hidup secara berdampingan, sikap tolong menolong akan muncul ketika salah satu dari mereka mengalami sebuah persoalan.

Selain tujuan pranata sosial, pranata sosial juga memiliki ciri-ciri atau karakteristik. Ciri-ciri pranata sosial salah satunya adalah memiliki simbol. Di sini maksudnya adalah setiap pranata sosial memiliki simbol tersendiri sebagai tanda atau ciri khas khusus dari sebuah pranata. Dengan demikian pranata sosial dapat memberi label atau identitas tertentu bagi anggota masyarakat yang ada di dalamnya. Selain pranata sosial memiliki simbol, ciri atau karakteristik yang kedua adalah memiliki tata tertib dan tradisi. Contohnya adalah dalam hidup bermasyarakat harus ada norma sosial. Barangsiapa yang tidak pernah bertegur-sapa dengan lingkungan masyarakat, akan dikucilkan oleh masyarakat yang lain. Contoh lain dalam pranata agama, terdapat aturan bagaimana melaksanakan ibadah dengan baik dan benar. Pranata sosial juga memiliki alat kelengkapan. Contohnya adalah zaman dahulu petani menggunakan tenaga kerbau untuk membajak sawah mereka. Itu adalah contoh dari pranata ekonomi. Dan tentunya masih banyak lagi karakteristik pranata sosial lainnya.

Fungsi Pranata Sosial Adalah

Setelah kita paham pengertian pranata sosial dan ciri-cirinya, sekarang kita akan mengupas-tuntas tentang fungsi pranata sosial. Selain fungsi umum sebagai pembentuk karakter terpuji dalam masyarakat, pranata sosial juga memiliki dua fungsi besar yaitu fungsi manifes dan fungsi laten. Fungsi manifes adalah fungsi pranata sosial yang nayata, tampak, disadari dan menjadi harapan sebagian besar anggota masyarakat. Contohnya dalam pranata keluarga mempunyai fungsi reproduksi yaitu mengatur hubungan seksual untuk menghasilkan keturunan. Fungsi pranata sosial yang kedua adalah fungsi laten. Fungsi laten adalah fungsi yang tidak tampak, tidak disadari dan tidak diharapkan orang banyak, tetapi ada. Misalnya dalam pranata keluarga mempunyai fungsi laten dalam pewarisan gelar atau sebagai pengendali sosial dari perilaku menyimpang.

Dan sekarang dapat kita bayangkan bagaimana sebuah kehidupan tanpa adanya pranata sosial, tanpa ada norma-norma yang diterapkan. Orang Jawa mengatakan sepenak udele dhewe. Artinya, orang akan cenderung semena-semena, berbuat ini-itu tanpa pandang bulu. Tingkat kriminalitas akan meningkat. Hal tersebut tentunya akan merugikan diri sendiri dan tentunya orang lain. Perlu adanya pemahaman akan pranata sosial sejak dini. Oleh karena itu, penting bagi peserta didik untuk memahami materi pranata sosial di tempat mereka belajar. Selain pengertian, fungsi, dan tujuan pranata sosial, peserta didik juga harus memahami bentuk pranata sosial. Jika kita dapat memanusiakan manusia, maka kita akan dihargai oleh orang lain. Harmonis. Tentu kita ingin itu.

 

Gilang Jaka Sanjaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Instagram
WhatsApp WhatsApp us